Rabu, 27 Oktober 2010

tips menghadapi bahaya banjir

Sebagian wialayah Indonesia sering terlanda oleh banjir. Bahkan banyak yang memakan korban materil maupun korban jiwa. Yang paling ditakuti ialah banjir bandang, karena volume dan kecepatan air yang begitu hebat. Bagaimana jika musibah seperti banjir terlanjur datang? Tips-tips sederhana tentang persiapan mengahadapi keadaan darurat banjir ini mudah-mudahan dapat dijadikan panduan kita dalam menghadapi dan menangani resiko bencana. Tips ini sebenarnya universal, baik untuk kita semua, karena tips ini untuk mencegah banjir, menghadapi banjir, menanggulangi banjir. Jadi bila kita ngga mau kebanjiran, sudah saatnya mulai sekarang kita melaksanakan tips-tips berikut.

Saat Hampir Banjir
Dengar pengumuman dan berita dari radio. Penuhi tong, bak mandi, ember dan segala wadah air lainnya dengan air bersih. Karena saat banjir, air mungkin menjadi kotor dan sulit mendapatkan air bersih. Bawalah masuk perabot atau perkakas di luar rumah.
Letakkan dokumen penting di tempat yang aman atau masukkan pada wajah yang kedap/tahan air, agar tidak rusak. Tutuplah dengan aman stop kontak listrik, jika perlu padamkan listrik dan saluran gas rumah. Beritahu anggota keluarga dan bersiaplah untuk mengungsi. Pastikan semua peralatan darurat standar, termasuk tas siaga bencana, telah disiapkan & berada di tempat yang mudah dijangkau.

Saat Banjir Tiba (Ketika berada di dalam rumah)
Terus pantau pengumuman dan berita dari radio. Dan jangan mudah terpancung isu. Dengarkan hanya informasi dari pemerintah atau aparat berwenang. Siap sedialah dengan semua peralatan darurat standar, termasuk tas siaga bencana. Jangan keluar dari rumah kecuali telah dipastikan bahwa perlengkapan ini dibawa.
Perhatikan jalur evakuasi & tempat pengungsian yang telah dibuat oleh keluarga kita. Ingatlah bahwa aparat memerlukan waktu untuk tiba di lokasi pada saat bencana. Jika diarahkan oleh Posko dan/atau RT/RW untuk keluar dan mengungsi, segera lakukan !

Saat Banjir Tiba (Ketika berada di luar rumah)
Pergilah ke tempat yang tinggi dan aman. Hindari melalui kawasan banjir. Arus yang deras dapat menghanyutkan kita dan keluarga. Tidak berjalan-jalan/melihat-lihat/berenang-renang di kawasan banjir, baik dengan rakit maupun berjalan kaki. Berbahay!
Jangan sampai menyentuh kabel-kabel yang jatuh. Jangan menyentuh tiang listrik. Awasi anak-anak, jangan biarkan mereka bermain-main di saluran air, sungai atau kawasan banjir dan arus deras lainnya. Tidak minum dan memasak dengan air banjir.

Saat Banjir Tiba (Ketika berada di dalam kendaraan)
Terus pantau pengumuman dan berita dari radio. Jangan terus mengarungi/melalui kawasan banjir, segeralah berbalik arah. Jika kendaraan kita terhenti (mogok atau terjebak dalam kemacetan), segera kunci kendaraan dan tinggalkanlah. Segeralah pergi ke tempat yang lebih aman. Nyawa kita jauh lebih berharga.

Saat Evakuasi
Apabila menerima pengarahan untuk evakuasi/mengungsi. Segeralah mengungsi lebih awal, jauh sebelum air banjir meningkat atau saat hari masih siang, karena lebih mudah dan aman bagidiri dan keluarga.
Ikuti pengarahan yang diberikan Posko dan/atau RT/RW. Jangan mengganggu kerja aparat yang sedang memberikan bantuan dan mengevakuasi korban, karena hanya akan memperkeruh keadaan. Tetap waspada akan bahaya bencana susulan. Selamatkan diri dan keluarga ke tempat yang aman atau lokasi pengungsian dan jangan kembali ke tempat bencana.

Setelah Banjir Reda & Saat Memasuki Bangunan
Dengar pengumuman radio atau tunggu pengarahan dari Posko dan/atau RT/RW . Jangan kembali ke rumah sebelum diperbolehkan atau sebelum keadaan benar-benar aman. Beri bantuan kepada anggota keluarga yang lemah (Orang tua, anak-anak, orang-orang sakit atau cacat). Periksa rumah, lihat jika ada tanda-tanda retakan di dinding atau kerusakan-kerusakan lainnya, mungkin berbahaya. Jangan memasuki rumah yang masih dibanjiri air.
Berhati-hatilah dengan berbagai bahaya yang tersembunyi. Pastikan memasuki rumah/bangunan menggunkan sepatu bot karet dan pelindung kepala/helm. Periksa kerusakan dinding, lantai, pintu dan atap.

Periksa kemungkinan binatang atau serangga beracun dan berbahaya di dalam rumah (ular, kalajengking, kelabang dll). Gunakan batang kayu (kering) untuk memindahkan berbagai kotoran/timbunan barang yang berserak di lantai rumah, untuk menghindari segala resiko seperti tersengat listrik atau digigit binatang beracun. Perhatian atap/eternik dan plaster dinding yang mungin retak, rusak dan jatuh, agar tidak menimpa anggota keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar